Featured Post

Solo Riding Lingkar Altenatif Puncak Malam Kedua Ramadhan 2020. Ngeri-Ngeri Sedap Asik!

Cah Touring - Setelah sebulan lebih karantina diri dirumah karena pandemi Covid-19, saya merasa bosan. Bagaimana tidak, kegiatan sehari-hari saya cuma makan, tidur, online, kerja. Biasanya, hampir setiap bulan solo riding atau touring bareng teman-teman tapi sekarang tidak bisa karena social distancing. Akhirnya pada tanggal 24 April 2020 saya memutuskan untuk pergi jalan-jalan sembari ngabuburit karena hari itu adalah hari pertama Ramadhan. Bermodal safety gear, masker, dan doa meski bingung mau kemana karena khawatir tertular dan pemeriksaan dimana-mana, saya memutuskan solo riding muter-muter Jakarta - Cianjur - Jakarta.


Berangkat pukul 4 sore, saya menyusuri jalan menggunakan "Xabongsor" si motor kesayangan menuju arah Jonggol dan berniat lewat Cariu. Sore dijalan, amat senggang dan sejuk karena baru saja diguyur hujan, sampailah saya di Jonggol. Jalanan yang becek dan belok membuat saya tidak bisa berakselerasi terlalu lincah. Tak apa, karena saya betul-betul menikmati perjalanan yang amat saya rindukan. Saya sampai di Cariu pukul setengah 6, setelah melewati jalanan berkelok yang tidak terlalu bagus karena terdapat banyak lubang besar. Setelah melewati Cariu, jalan Transyogi terputus karena longsornya bukit girijaya, syukurnya masih tetap bisa dilewati walau tanah belok.

Baca Juga: Corona? Takut Touring? Ini Tips Antisipasinya

Bukit Girijaya Longsor
Hari pun mulai gelap, lampu motor satu persatu saya nyalakan. Tetapi, ditengah jalan yang gelap, rantai motor saya kendor dan bunyi. Hal itu membuat saya waswas karena di tengah bencana pandemi covid-19 yang menyebabkan jalanan lebih sepi karena social distancing ini membuat banyak warung dan bengkel pinggir jalan tidak beroperasi. Saya mencoba mengendalikan kecepatan dan kestabilan Xabongsor agar rantai tidak terlepas ataupun putus. Hingga akhirnya saya menemukan bengkel yang masih buka walau berada ditengah kegelapan dan pepohonan.
Xabongsor Ngencengin Rante
Rantai kencang dan perjalanan dilanjutkan. Singkatnya, saya sampai di Kota Cianjur. Jarum jam menunjukan sudah pukul 7 malam, dan saya baru menyempatkan diri untuk berbuka puasa. Bukan karena takut setan, kan setan dipenjara di bulan Ramadhan jadi buat apa takut? tapi lebih untuk safety, karena kita tidak tau akan bertemu siapa ketika kita berhenti ditempat sepi, bisa baik bisa juga jahat, jadi lebih baik saya cari keramaian dulu agar lebih aman.

Baca Juga: Tips Aman Berkendara Motor saat Wabah Corona

Makan selesai, waktunya pulang. Saat perjalanan pulang ini saya melewati jalur alternatif dari Kota Bunga menuju Jonggol. Sudah beberapa kali lewat jalur ini tapi selalu sama teman. Baru kali ini lewat jalur Kota Bunga - Jonggol sendirian di malam hari. Jalanannya mirip-mirip jalur Cariu tadi, banyak lobang dan melewati perbukitan serta hutan. Namun karena sudah beberapa kali lewat jalur ini jadi sudah agak terbiasa, ditambah gelap-gelapan di jalur Cariu tadi juga membuat saya lebih terbiasa dengan gelap. Saya memacu Xabongsor dengan kecepatan rata-rata 20 - 40 km/j. Jalan sepi serta banyak lubang membuat saya harus lebih siaga dan konsenterasi.
 

Tidak banyak yang bisa dilihat karena gelap. Padahal jalur ini di siang hari kita bisa melihat sungai dan pemandangan yang lumayan menyegarkan mata. Sungai Cipamingkis bisa dijadikan spot berfoto karena kamu bisa membawa motormu turun kesungai, sembari cuci motor hehe.
Foto Lama waktu masih polos belom kenal semoknya aspal



Jalur alternatif Kota Bunga - Jonggol ini lebih seperti melewati pedesaan, Jalannya tidak besar, dan melewati banyak desa seperti Sukamakmur, Sukaraja, dan suka-suka lainnya. Jalan sepi, gelap, berkelok, dan berlubang membuat kenangan tersendiri.

Keep Safety ya Brosist, Jaga kesehatan kalian dan keluarga. Salam dari saya cah touring.

No comments for "Solo Riding Lingkar Altenatif Puncak Malam Kedua Ramadhan 2020. Ngeri-Ngeri Sedap Asik!"