Featured Post

Corona? Takut Touring? Ini Tips Antisipasinya

Sumber Instagram Xabre Owner Jakarta

CahTouring - Halo Bro/Sist, wabah virus corona membuat khawatir banyak orang. Pemerintah sudah mengeluarkan himbauan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti menghindari tempat keramaian atau mengurangi bepergian jika memang tidak terlalu penting. Tapi bagaimana jika Anda penggemar touring? Tentunya Anda harus mengetahui langkah-langkah persiapan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir resiko terkena virus COVID-19.
Penyebaran wabah ini memang menakutkan. Pemerintah Indonesia hingga artikel ini diterbitkan mengumumkan 4241 kasus positif virus corona. Data ini diambil dari halaman kawal-corona situs pelajarinfo.id.
Dengan terus bertambahnya kasus positif, 373 orang sudah dinyatakan meninggal dunia. Adapun kasus pasien meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia pertama kali diumumkan pada 11 Maret lalu.
Nah, jika Anda melakukan touring persiapkan diri Anda dengan baik. Ini 5 tips antisipasi yang bisa dilakukan:

1. Pastikan Kondisi Tubuh

Yang harus anda lakukan pertama kali adalah pastikan kondisi tubuh anda dalam keadaan fit. Kamu bisa melakukan checkup terlebih dahulu agar mendapat rekomendasi dokter apakah tubuh anda dalam keadaan fit atau tidak. Hal ini juga menjadi salah satu hal agar kamu tidak mudah tertular virus corona.
Konsumsi lah makanan bergizi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan perbanyak minum air putih sesuai dengan anjuran Kemenkes RI untuk mencegah COVID-19. Dapat pula ditunjang dengan memanfaatkan vitamin atau bumbu dapur seperti bawang putih. Keluarga allium itu memiliki kandungan zat allicin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Antioksidan yang dimiliki dapat membunuh berbagai macam kuman penyebab penyakit umum seperti flu, batuk dan pilek. Tak cuma itu, bawang putih pun punya manfaat lain: mampu mengurangi kadar kolesterol dalam darah, risiko penyakit jantung dan stroke serta menjaga kesehatan otak.

2. Istirahat Cukup

Selain makanan bergizi, disarankan juga untuk berolahraga dan istirahat cukup. Olahraga juga harus ditunjang waktu tidur ideal, 7-8 jam. Dikutip dari Liputan6, selama tidur tubuh akan mengeluarkan senyawa bernama sitokin. Senyawa ini memiliki efek perlindungan pada sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan terjadinya peradangan maupun infeksi.
Jangan sampai kurang tidur, terlebih bila agenda touring Anda dilakukan keesokan harinya. Sudah pasti Anda tidak disarankan bergadang. Selain tidak merasa fit, Anda rentan terserang penyakit dan kantuk. Berbahaya karena mengurangi konsentrasi berkendara.

3. Perlengkapan Riding

Menggunakan perlengkapan riding yang tepat bisa jadi upaya pencegahan. Selain jaket, Anda wajib memakai sarung tangan model full finger glove. Bukan hanya untuk melindungi jemari dari panas dan dingin, ini juga bertujuan menghindari kemungkinan bagian tubuh itu terkontaminasi bakteri maupun virus di jalan. Gunakan masker tambahan dan tutup visor helm jika keadaan jalan ramai untuk memperkecil kemungkinan terkena virus.
Masih merujuk saran Kemenkes, kita mesti sering mencuci tangan dengan sabun. Saat rehat di perjalanan, baiknya Anda cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air yang mengalir. Atau dapat pula menggunakan hand sanitizer. Sebaiknya, item satu ini masuk dalam daftar pelengkapan untuk perjalanan Anda. Oh ya, minimalisir juga menyentuh muka dengan tangan ya!

4. Selalu Jaga Kebersihan

Pemakaian helm full face wajib buat aktivitas ini, karena punya sistem keselamatan lebih baik ketimbang helm jenis half face. Namun kebersihannya tetap harus dijaga. Sehari sebelum riding, coba bawa ke tempat khusus perawatan helm. Biasanya ada beberapa penawaran seperti cuci basah dan cuci kering.
“Kalau cuci basah itu semua bagian helm dicuci menggunakan sabun khusus. Mulai dari luar hingga ventilasi. Lalu untuk bagian dalam ada tiga yaitu check pad, crown pad dan neck roll. Ini penting karena tiga komponen itu terbuat dari busa yang pasti terkena keringat.
Setelah itu, setiap bagian interior itu dikeringkan dengan menggunakan alat pengering. Dan, terakhir disempotkan cairan anti bakterial. Tahapan akhir ini sama seperti terapan pada cuci kering. “Bedanya hanya menggunakan cairan penghilang bau saja di dalam.

5. Jaga Helm Tetap Kering

Lantas, adakah perawatan khusus untuk helm dalam perjalanan? “Saat istirahat, taruh helm di tempat kering dengan kondisi visor terbuka. Tujuannya adalah mengeluarkan udara dari dalam helm dan mengeringkan interior helm yang lembab.
Sebelum itu, tidak ada salahnya membersihkan dulu bagian luar dengan lap microfiber, termasuk ventilasi. Kalau lumayan kotor boleh gunakan tissue basah. Tapi khusus visor, cukup cuci dengan air bersih saja. Saran kami sebaiknya pakai balaclava lagi. Selain mencegah keringat bersentuhan langsung dengan busa helm, tujuannya juga bisa melindungi hidung dan mulut pemotor terpapar langsung bakteri dari luar.
Terakhir tentu mengenai destinasi. Kita tahu, ada anjuran untuk menghindari keramaian untuk mengurangi risiko terkena corona. Dengan menggunakan motor harusnya titik tujuan Anda lebih fleksibel. Mengarahkan tempat yang sepi atau mungkin belum banyak didatangi orang bisa mengurangi risiko terpapar virus. Jangan lupa untuk istirahat setiap 2 jam perjalanan dan minum air putih cukup agar tubuh tak alami dehidrasi.

 

No comments for "Corona? Takut Touring? Ini Tips Antisipasinya"