Featured Post

Menuju 0 KM Sape | Persiapan, Rute, Detail Pengeluaran (Part 1 - Jawa)


Cah Touring - Cerita ini dimulai awal Desember 2020, tanpa persiapan yang panjang hanya karena kebetulan cuti diberi acc oleh perusahaan. Barang-barang pun saya persiapkan, mulai dari baju ganti, alat mandi, toolkit, sleeping bag, matras, dan juga peralatan dokumentasi seperti action cam dan drone. Tidak lupa motor saya service besar juga cek kesehatan yang direkomendasikan pemerintah. Saya melakukan swab PCR 1 hari sebelum keberangkatan agar surat yang dikeluarkan betul-betul bisa digunakan selama masa berlakunya yaitu 2 minggu. 

21 Desember 2020, pukul 8 pagi saya berpamitan kepada kedua orang tua agar perjalanan saya mendapatkan ridho dari mereka. Tidak hanya jalan-jalan, saya juga berencana menyambangi beberapa sanak saudara yang berada di jalur yang sekiranya bisa lewati, sehingga rute yang saya pilih tidak lurus menelusuri jalur pantura. Rute yang saya pilih dimulai dari Jakarta kearah Yogyakarta melalui jalur Tegal-Purwokerto dan dilanjutkan jalur daendels di selatan pulau jawa.

Namun, sebelum mamasuki jalur daendels gelap pun datang disertai dengan hujan deras, saya putuskan untuk berteduh untuk memakai mantel, namun sebelum mantel di pakai hujan pun berhenti dan saya urungkan niat untuk menggunakan mantel dan saya lanjutkan perjalanan. tidak lama saya melanjutkan perjalanan hujanpun turun kembali, tapi kali ini tidak sebesar sebelumnya sehingga saya tetap melanjutkan perjalanan. sepanjang perjalanan saya selalu mengikuti arahan dari google maps, dan tidak sadar saya sudah memasuki perkampungan, perkampungan ini cukup mencurigakan karena tidak ada lampu dan bentuk rumahnya seperti rumah Jawa jaman dahulu, tidak ada penerangan apapun selain lampu motor, saya baca di google maps bahwa nama jalan itu adalah jalan deandles, tapi setau saya jalan deandles itu lebar seperti pantura. Cerita Horror jalan daendles bisa kamu baca di artikel JUDUL.

Kembali lagi ke jalur yang saya lewati, setelah bermalam di hotel daerah Yogyakarta (XOY), tidak lupa berjumpa dengan teman-teman dari komunitas Xabre Owners Yogyakarta agar direstui keberadaan saya di kota kraton dan kota pelajar ini. paginya saya melanjutkan perjalanan menuju Magelang dan Semarang untuk bersilaturahim dengan sanak saudara yang ada disana, di Ungaran saya menginap semalam di hotel dekat tempat saudara. Pada siang keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan melewati jalur utara pulau jawa hingga malam harinya saya bermalam di Pati, paginya saya lanjutkan perjalanan dan menumpang solat dzuhir di Masjid agung Tuban yanh juga merupakan makam Sunan Bonang, tidak lupa berfoto ria bersama NICS Malang yang lebetulan sedang touring religi.

Selesai solat, makan, dan berfoto perjalanan saya lanjutkan hingga Sidoarjo dan saya terkena hujan badai yang menyebabkan semua baju yang saya kenakan basah walau sudah menggunakan mantel, terpaksa saya harus beristirahat lebih awal agar badan tetap fit di sisa perjalanan yang harus saya lewati, dan saya bermalam di hotel daerah probolinggo. 

Setelah dirasa cukup beristirahat di probolinggo dan puas bercengkrama dengan orang-orang dihotel, saya melanjutkan perjalanan dengan dibekali pisang goreng keju susu dari ibu-ibu yang bekerja di hotel itu. Dan tiba lah saya di Situbondo saya sempatkan berfoto karena pemandangan yang indah di sisi jalan yang merupakan laut dan pegunungan, pemandangan yang tidak mungkim saya temukan di Jakarta. 

Puas berfoto ria saya sempatkan ke rumah koh andreas yang merupakan salah satu anggota Xabre Owners Reng Situbondo (XORS), berbicara soal sejarah, komunitas, hingga ngomongin tentang hamster dan burung dengan keluarga koh andreas termasuk anak dan istrinya yang memang memelihara dan mengembangbiakan hewan-hewan tersebut, untuk kalian yang ada di sekitar Situbondo atau dimanapun ingin memelihara hamster dan sejenisnya, bisa langsung cek ke akun insagramnya @hamster_sansan.

Tidak terasa sudah memasuki waktu maghrib dan saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah solat walau dipaksa untuk menginap, hehe. hal menyeramkan yang saya lupakan setelah melewati Situbondo yaitu saya harus melewati alas baluran sendirian, dengan bermodal bismillah dan ayat Al Quran yang dihafal saya memasuki Alas Baluran dan sampai pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan lancar.

To be Continued Part 2




























































No comments for "Menuju 0 KM Sape | Persiapan, Rute, Detail Pengeluaran (Part 1 - Jawa)"